Beranda > Sains > NGANTUK…?, Bukan Saja Karena Kurang Tidur. . .

NGANTUK…?, Bukan Saja Karena Kurang Tidur. . .

28 Agustus 2010

Mengantuk berat di siang hari ternyata bukan hanya akibat kurang tidur. Pakar di Jepang menemukan variasi gen yang diyakini erat kaitannya dengan narcolepsy yaitu kondisi yang ditandai dengan rasa kantuk berat di siang hari, melemahnya penglihatan, serta menurunnya kinerja otot.

Kondisi ini menjangkiti 1 di antara 2.500 orang di Amerika Serikat dan Eropa, namun di Jepang angka kemungkinannya 4 kali lebih besar.

Para peneliti menganalisis DNA 222 orang Jepang yang mengalami narcoleptic serta membandingkannya dengan 389 orang lain yang normal. Hasilnya, sebuah variasi gen ditemukan pada setiap orang yang menderita narcolepsy.

“45 persen orang dengan narcolepsy memiliki variasi gen ini dibandingkan 30 persen dari yang tidak mengalami kondisi ini,” papar Profesor Katsushi Tokunaga dari Departemen Ilmu Genetika Universitas Tokyo. “Penemuan gen ini membuka jalan untuk menemukan treatment yang tepat bagi penderita,” tambah Tokunaga.

`Gen ngantuk` ini ditemukan di antara gen-gen CPT1B dan CHKB, yang keduanya berhubungan dengan kelainan tersebut. CPT1B mengatur enzim yang menyebabkan kantuk, sedangkan CHKB berhubungan di siklus tidur.

Para pakar ini telah mengambil langkah lebih lanjut dengan meneliti varian gen yang sama pada 424 orang Korea, 785 orang Eropa, serta 184 keturunan Afro-Amerika. Hasil yang sama didapat pada orang Korea. Namun, penelitian tidak terbukti bagi orang Eropa dan Afro-Amerika.

“Kami belum menemukan penyebab mengapa gen ini hanya ditemukan pada penderita narcolepsy di Jepang dan Korea. Mungkin penyebabnya adalah seleksi atau kesempatannya,” jelas Tokunaga.

[http://www.rileks.com]

Iklan
Kategori:Sains
%d blogger menyukai ini: