Beranda > Moral > Satu Lagi Korban Paskibra Melapor. . .

Satu Lagi Korban Paskibra Melapor. . .

31 Agustus 2010

Korban paskibra yunior yang mengalami pelecehan seksual dengan lari bugil mandi tiap pagi sore bertambah satu lagi yang melapor. Kali ini laporan dari orang tua anggota paskibra yunior inisial S yang akan menyampaikan laporan bersamaan dengan pemeriksaan satu orang tua yang sudah terlebih dulu melapor 25 Agustus lalu.

Logikanya, tidak hanya satu atau dua yang mengalami pelecehan seksual itu. Karena anggota paskibra yunior putri ada 15 orang dan putra juga 15 orang. Hal itu diakui oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar. Namun tidak semua orangtua korban melapor karena ada unsur psikologis dan urusan internal mereka.

Menurut rencana, Selasa (31/8/2010) ini, orang tua anggota paskribra yang menjadi korban pelecehan seksual akan diperiksa lagi untuk memperjelas laporan dan kejadian yang sebenarnya. Kasus pemaksaan “lari bugil” yang dialami seorang paskibra dari DKI Jakarta diduga terjadi ketika dalam pengawasan empat anggota paskibra senior putri.

Seperti diberitakan, calon anggota paskibra dari Provinsi DKI diduga mendapat perlakuan asusila ketika menjalani masa orientasi di Cibubur pada 2-6 Juli 2010. Mereka antara lain diduga telah diperintah oleh anggota paskibra senior untuk berlari dari barak tidur ke barak mandi maupun sebaliknya dalam kondisi bugil dan itu dilakukan tiap hari 2 kali saat akan mandi.

Senior putra maupun putri mengawasi pembinaan paskibra di barak tertutup dan terpisah antara putri dan putra. Barak putri terdiri dari 15 orang anggota paskibra yunior, demikian pula barak putra. Dari 30 orang tersebut, dua di antaranya dikirim sebagai pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) tingkat nasional.

Penyidik unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polda Metro Jaya akan melakukan pemeriksaan terhadap Lauren, orangtua Paskibra DKI Jakarta, Selasa (31/08/2010). Penyidik akan memeriksa orangtua yang anaknya diduga telah menjadi korban pelecehan oleh seniornya.

Polisi juga masih menunggu orangtua korban lainya yang akan melaporkan kasus pelecehan tersebut ke unit PPA. “Inisialnya S, dia orangtua korban, rencananya mau hadir melengkapi (pemeriksaan) dalam minggu ini” pungkasnya.

Sejauh ini, baru satu orangtua yang memberanikan diri melaporkan perlakuan asusila tersebut. Tambah satu lagi yang sudah melapor namun belum lengkap. Lebih lanjut, Boy juga menerangkan mengapa hanya orangtua yang mengadukan kasus tersebut ke polisi. Alasannya, anak mereka terkendala faktor psikologis.

[http://unik13.info]

Iklan
Kategori:Moral
%d blogger menyukai ini: