Beranda > Sains > Kerang Hijau Penetralisir Logam Berat. . .

Kerang Hijau Penetralisir Logam Berat. . .

16 September 2010
Budidaya udang secara intensif berkembang di Indonesia antara tahun 1985-1990 dan puncaknya di tahun 1987. Namun, sejak tahun 1990-an timbul masalah akibat gagalnya panen udang. Diantaranya karena terserang penyakit. Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya limbah/ pencemaran
Karena kondisi inilah, Wedjatmoko dari Balai Penelitian Perikanan Laut Jakarta mengadakan penelitian terhadap kerang hijau untuk mengurangi konsentrasi logam berat di tambak budidaya udang. Hal ini berdasarkan data, kerang merupakan hewan air yang mampu mengakumulasi logam berat di air. Berdasarkan hal ini, Wedjatmoko melakukan penelitian dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas air tambak udang melalui pengurangan konsentrasi polutan maupun logam berat dengan proses biofilter oleh kerang hijau.
Cara yang dilakukannya melalui “water treatment” yang menggunakan sarana kerang hijau (Perna viridis) sebagai sarana atau komponen biofilter yang diaplikasikan pada reservoir (tandon) air pada areal tambak budidaya udang.
Penelitian ini dilakukan pada tambak udang windu secara intensif di TIR Karawang pada tambak seluas 5.000 m2, sebanyak 8 petak tambak yang terdiri dari 4 petak untuk pembesaran dan 4 petak digunakan sebagai tandon. Salah satu petak pada tandon digunakan juga untuk petak biofilter sebanyak 1.000 kg yang dipelihara dengan cara digantung didalam air pada reservoir.
Dari hasil pengamatan yang dilakukan selama penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kerang hijau sebagai komponen biofilter ternyata mampu menetralisir kandungan logam berat, khususnya pada Hg dan Pb. Dimana pada sumber kandungan Hg sebesar 0,001 ppm dan Pb bervariasi antara 0.001-0,0038 ppm setelah melalui proses biofilter, kandungan Hg dan Pb pada tambak pembesarannya menjadi 0 ppm. Sedang kandungan logam berat untuk Cu, Cd dan Zn juga mengalami penurunan.
Selain itu juga pengaruhnya terhadap produksi tambak pada penelitian ini, cukup menggembirakan karena dengan padat penebaran rata-rata 50 ekor/m2 mampu memproduksi rata-rata sebesar 9.419 kg/ha.
[http://www.artikelpintar.com]
Iklan
Kategori:Sains
%d blogger menyukai ini: