Beranda > Kesehatan > Jahe Sebagai Penangkal Rematik. . .

Jahe Sebagai Penangkal Rematik. . .

22 September 2010
Jangan abaikan rasa kaku di sekitar leher, bahu, dan punggung di pagi hari. Atau ngilu lutut sewaktu menginjak kopling mobil. Hati-hati barangkali rematik sedang menggerogoti tubuh Anda. Rematik atau sering disebut encok adalah sejenis penyakit dengan cakupan yang sangat luas, bisa lebih dari 100 jenis.
Danish Rheumatism Association 1995 mengelompokkan 5 jenis rematik yaitu: rematik di luar sendi, rematik yang menyerang sendi dan rawan sendi, disorder of the back, rheumatoid arthritis, dll. Dari lima jenis rematik itu rematik luar sendi diidap oleh 37% penderita. Sedang rematik persendian atau dikenal dengan osteoartritis diderita oleh 27% pasien rematik.
Hilang sendiri
Gangguan rematik pada awalnya nampak sepele sehingga  sering diabaikan. “Ah paling cuma pegal-pegal, nanti hilang sendiri,” begitulah umumnya komentar mereka yang terkena rematik. Padahal seperti dituturkan oleh Dr. Aris Wibudi dari Bagian Penyakit Dalam, RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, rematik bisa berkembang menjadi progresif. Artinya, tanpa penanganan yang tepat kondisi si penderita makin hari makin parah. “Bahkan dalam keadaan lanjut sendi penderita ada yang terpaksa dimatikan,” ujar Aris Wibudi.
Tak jelas benar apa penyebab rematik. Sebagian masyarakat percaya pada mitos bahwa mandi malam, makan emping, dan mengkonsumsi kangkung bisa menyebabkan rematik. “Sampai kini belum diketahui pasti penyebab rematik,” tegas Dr. Aris Wibudi.
Yang pasti rematik selalu berhubungan dengan peradangan  sendi, rawan sendi, atau bagian lain dan adanya faktor chemotactic. Proses itu akan memicu munculnya darah putih ke dalam rongga sendi. Sementara darah putih yang terbentuk akan melahirkan leukotrienes dan prostaglandin. Kedua zat ini bertanggung jawab pada proses peradangan dan nyeri para penderita rematik.
Leukotrienes disintesa oleh enzim 5-lipoxygenase, sementara prostaglandin disintesa oleh enzim cyclooxygenase (COX). Di dalam sel tubuh enzim COX terbagi menjadi dua yaitu COX 1 dan COX 2. Prostaglandin yang dihasilkan oleh enzim COX 1 berfungsi melindungi lambung dan ginjal. Sebaliknya prostaglandin dari COX 2 malah membuat radang dan nyeri.
Salah satu pengobatan rematik yang banyak dilakukan adalah dengan NSAID’s nonsteroidal antiinflammatory drugs) generasi ke-3. NSAID’s bisa menghilangkan peradangan dan nyeri dengan meminimalkan efek kerusakan lambung dan ginjal. “Makanya pada pasien-pasien dalam proses pengobatan kita selalu mengatakan untuk memantau kondisi lambung apakah ada keluhan atau tidak,” kata Aris Wibudi.
Dokter penyakit dalam ini juga tak menutup peran obat tradisional sebagai suplemen penanggulangan rematik. “Yang penting kita tahu persis kandungannya.”
8,8 ons jahe
Salah satu obat tradisional untuk penyakit rematik yang diluncurkan pada 21 Agustus lalu untuk membantu meringankan nyeri sendi atau rematik tanpa nyeri lambung adalah Zinaxin High Strength (ZHS). ZHS adalah generasi baru Zinaxin Rapid yang diluncurkan pada tahun 1996. Penelitian klinis menunjukkan dosis dua kapsul per hari yang setara dengan 8,8 ons jahe kering selama 3-4 minggu akan membantu mengurangi nyeri dan bengkak.
Dari hasil penelitian Dr. Morten Widner, seorang ahli biokimia yang banyak meneliti tanaman menemukan bahwa di dalam jahe terdapat kandungan zat gingerol dan shogaol. Pada ZHS, gingerol inilah yang diambil, sementara shogaol yang meningkatkan sekresi lambung dibuang.
Dr. Morten mengekstrasi gingerol dengan menggunakan teknologi lipocel untuk mendapatkan gingerol 6-8 dan 10 tanpa shogaol yang lantas dipatenkan dengan kode EV. EXT 35 dan nama dagang Zinaxin High Strength.
Kendati menyandang obat tradisional, ZHS menjalani tahap percobaan yang nyaris sama dengan obat-obat moderen. Di negara Denmark pilot study dilakukan dengan melibatkan 100 pasien rematik. Di Singapura percobaan double blind diselesaikan dengan melibatkan 305 pasien. Riset dengan double blind masih dilakukan di AS dengan 395 orang dan open study yang mengerahkan 140 orang.

Seperti dikatakan oleh Aris Wibudi muara dari pengobatan rematik sebenarnya adalah untuk mempertahankan kualitas sendi dan kualitas hidup.

[http://www.artikelpintar.com]

Iklan
Kategori:Kesehatan
%d blogger menyukai ini: