Beranda > Buah, Kuliner, Tip&Trik > Tips Seputar Durian. . . .

Tips Seputar Durian. . . .

6 November 2010
Siapa yang tidak mengenal durian? Buah tropis yang satu ini unik dan menarik. Kulit buahnya berduri-duri sesuai dengan namanya ”durian”. Baunya yang khas tajam menusuk hidung. Harum, itu kata mereka yang menyukainya. Bagi yang bukan pencinta durian, bau khas itu menyebalkan. Meski begitu, ia tetap mendapat julukan si Raja Buah dari Tropis.
Adalah Wallace, pakar pengetahuan alam, yang punya pengalaman berharga makan durian dalam perjalanannya ke negeri Timur. Dikatakannya, rasa durian itu nikmat tak tertandingi. Baunya harum memancing selera, karenanya ia kemudian menjuluki buah ini sebagai si Raja Buah dari Tropis. Rupanya, hal ini menimbulkan rasa penasaran bagi Lumholz. Setelah sempat mencicipi durian, pakar pengetahuan alam ini pun sependapat dengan Wallace. Menurut dia, baik rasa maupun aroma durian tidak tertandingi oleh buah mana pun di muka Bumi ini. Si Raja Buah ini juga memberikan kepuasan tiada tara.

Tips Memilih Durian====================================

Benar, durian masak pohon umumnya pasti enak. Namun bagaimana mengetahui ciri-cirinya? Durian masak pohon biasanya mengeluarkan suara bergema bila dipukul-pukul dengan gagang pisau atau dijentik dengan jari. Duri-durinya renggang, sementara tangkainya kelihatan menguning. Aroma harum khas durian sangat tajam.
Sebaliknya, durian yang belum masak ”suaranya” berat ketika dipukul-pukul. Duri-durinya rapat, dan tangkainya coklat kelabu. Aroma khasnya tidak tercium. Durian seperti ini perlu diperam dulu selama beberapa hari hingga aromanya keluar.
Untuk membedakan keduanya, bisa dengan meraba durinya. Kalau terasa tajam tetapi lunak, berarti durian masak pohon. Sementara duri durian masak peraman tidak begitu tajam tetapi keras. Warna kulit durian masak pohon cenderung terang, sedangkan yang peraman cenderung buram.
Bagi maniak durian, paling enak memang durian jatuhan. Ciri-cirinya mirip durian masak pohon. Hanya saja patahan tangkainya persis di bagian ruas, dan bekas patahannya jelas terlihat. Berbeda dengan durian bukan jatuhan, patahannya bukan pada ruas tangkai (karena sengaja dipatahkan/dipotong sewaktu dipetik). Sayangnya, durian jatuhan hanya tahan disimpan selama 2 – 3 hari, kemudian kulitnya mulai merekah.
Nah, kalau membeli durian, sebaiknya jangan yang dijual ikatan (beberapa buah disatukan). Biasanya, hanya satu atau dua buah yang bagus. Hindari membeli durian pada malam hari. Sebab, sulit melihat ciri-ciri secara tepat. Hati-hati memilih durian tumpukan yang menggunung, karena banyak yang muda. Pun hindari durian yang sudah merekah, kemungkinan besar isinya sudah rusak.
Tips Mengurangi Bau Durian=============================
Tak selamanya durian kena cekal naik pesawat terbang, hanya gara-gara “BB” (bau buahnya). M. Soedibyo dari Lembaga Penelitian Hortikultura Pasar Minggu berhasil menemukan cara pengemasan yang jitu. Selain baunya tidak tercium, cara pengemasan ini juga dapat mempertahankan kesegaran durian selama tiga hari tiga malam. Jadi, ada peluang memasarkan si Raja Buah ini ke Eropa atau Amerika Serikat.
Caranya? Pilih durian yang bermutu bagus. Siapkan arang kayu nangka yang ditumbuk halus (200 g bubuk arang per buah). Bubuk arang berfungsi sebagai absoben, karena permukaan molekulnya mampu menyerap senyawa belerang yang bersifat gas dan menguap.
Lalu, bubuk arang ditaburkan pada bagian dalam sabut kelapa yang sudah dibasahi air. Sabut kelapa pun dibungkus kain flanel. Selanjutnya, ia siap dibalutkan di sekeliling buah durian sampai betul-betul rapat, lalu diikat kuat-kuat.
Durian yang sudah terbungkus rapat itu dimasukkan ke dalam kantung kertas minyak. Dibungkus lagi dengan kantung kertas semen dan terakhir dibungkus kantung plastik serta direkat menggunakan perekat plastik. Bungkusan durian dimasukkan dalam peti kayu dan siap dikirim ke tempat tujuan.
Iklan
Kategori:Buah, Kuliner, Tip&Trik
%d blogger menyukai ini: