Beranda > Anatomi, Psikologi, Sains > Hubungan Jari Tangan Dengan Kepribadian. . .

Hubungan Jari Tangan Dengan Kepribadian. . .

20 November 2010

Panjang jari setiap orang tidak selalu sama. Yang paling menonjol adalah, ada orang yang jari manisnya lebih panjang dari jari telunjuk atau sebaliknya. Ternyata rahasia dua jari ini berkaitan dengan kepribadian seseorang.

Perbandingan panjang dua jari tersebut berhubungan dengan kondisi hormonal saat berada dalam kandungan dan mempengaruhi kepribadian seseorang saat tumbuh dewasa.

Jari telunjuk yang lebih pendek dari jari manis disebut ‘rasio rendah’, sebaliknya jari telunjuk yang lebih panjang dari jari manis disebut ‘rasio tinggi’.

Dikutip dari Sciencedaily,  perbedaan panjang kedua jari ini dipicu oleh paparan hormon testosteron selama berada dalam kandungan yang berbeda-beda pada setiap orang. Selain mempengaruhi perkembangan kepribadian, hormon ini juga sering dikaitkan dengan tingkat kecerdasan.

Berbagai penelitian telah membuktikan hubungan tersebut. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Pria yang memiliki panjang jari dengan rasio rendah (telunjuk lebih pendek dari jari manis) cenderung lebih berani ambil risiko dalam membuat keputusan.

Keberanian itu terutama muncul dalam 3 hal yakni rekreasional, sosial dan finansial. Keberanian rekreasional antara lain ditunjukkan dengan memilih jenis olahraga yang menantang, keberanian sosial dengan pergaulan yang luas sedangkan keberanian finansial paling tampak ketika bermain saham.

“Pada umumnya wanita lebih tertarik pada pria yang bugar secara fisik, tegas dalam bergaul dan tentu saja kaya. Pria dengan rasio rendah lebih diuntungkan dalam hal ini,” ungkap Gad Saad, peneliti dari Concordia University.

Menariknya, hubungan antara rasio panjang jari tangan dengan kepribadian hanya ditemukan pada pria. Padahal penelitian yang dilakukan Saad dan rekan-rekannya juga melibatkan sejumlah partisipan wanita, namun pada kelompok ini rasio panjang jari tidak terlalu berpengaruh.

2. Pria yang memiliki panjang jari dengan rasio tinggi (telunjuk lebih panjang dari jari manis) lebih setia pada pasangannya.

Fakta ini terungkap dalam penelitian para ahli purbakala di Liverpool University terhadap sejumlah fosil manusia purba. Spesies manusia yang diteliti adalah Homo naenderthalensis, Ardipithecus ramidus, Australopithecus afarensis dan Homo sapiens.

Dari keempat spesies yang diteliti, Homo naenderthalensis dan Ardipithecus ramidus cenderung memiliki rasio rendah pada panjang jari tangannya. Ternyata, panjang jari dengan rasio rendah tersebut mempengaruhi kecenderungan poligami atau berganti-ganti pasangan pada kedua spesies tersebut.

Jari Manis Panjang Berpotensi Menjadi Kaya

“Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara testosteron tinggi dan pengambilan risiko dalam 3 bidang, yaitu rekreasi, sosial dan finansial,” jelas Eric Stenstrom dari Concordia University, Kanada,

Keberanian rekreasional antara lain ditunjukkan dengan memilih jenis olahraga yang menantang, keberanian sosial dengan pergaulan yang luas, sedangkan keberanian finansial paling tampak ketika bermain saham.

Menurut Stenstrom, penelitian sebelumnya juga telah mengaitkan antara kadar testosteron tinggi dengan perilaku berisiko dan kesuksesan finansial.

“Orang dengan testosteron tinggi akan berani ambil risiko terutama dalam bermain saham, sehingga lebih berpotensi menjadi orang kaya di kemudian hari. Selain itu, orang dengan sifat seperti ini juga banyak disukai wanita,” jelas peneliti utama, Professor Gad Saad.

Jari Panjang Lebih Tempramen Dan Agresif

Studi dilakukan terhadap monyet dengan mempelajari sifatnya berdasarkan panjang jari-jarinya. Hasilnya diketahui bahwa spesies monyet yang memiliki tingkat androgen tinggi (seperti baboon) memiliki kecenderungan sifat yang lebih agresif, temperamnetal tapi tidak memilih-milih dalam pergaulan. Sedangkan monyet dengan tingkat androgen rendah cenderung kurang agresif dan pemalu.

Menurut Dr Susanne Shultz dari the Institute of Cognitive and Evolutionary Anthropology at the University of Oxford, manusia sangatlah unik dan spesifik. Studi tentang panjang jari ini bisa membantu seseorang untuk bersikap lebih toleran, karena adanya perbedaan jari merupakan pertanda adanya perbedaan hormon androgen.

“Jadi tak perlu heran lagi jika pasangan Anda pemarah atau bersifat agresif, bisa jadi itu karena hormon androgennya yang tinggi. Yang perlu Anda lakukan adalah mencoba untuk bersikap toleran,” tutur Schultz.

Jika sedang berkenalan dengan orang baru, tidak ada salahnya memperhatikan jari tangannya. Ini adalah cara tercepat untuk mengetahui karakter seseorang.

Iklan
Kategori:Anatomi, Psikologi, Sains
%d blogger menyukai ini: