Beranda > Kesehatan > Ternyata Kecap Mampu Kurangi Gejala Menopouse. . .

Ternyata Kecap Mampu Kurangi Gejala Menopouse. . .

27 November 2010

KECAP kini bukan hanya sekedar pelengkap masakan. Bumbu berbahan dasar kedelai yang difermentasikan dengan mikroba ini diklaim dapat mengurangi gejala menopause.

Sebelumnya penelitian telah membuktikan bahwa kedelai memiliki sifat anti-kanker dan juga dapat menurunkan kadar kolesterol. Kini sebuah penelitian terbaru yang telah di terbitkan dalam Journal of Nutrition berhasil menemukan khasiat lain dari kedelai.

Panganan kaya protein ini diklaim dapat mengurangi gejala menopause seperti hot flush, kurang tidur dan bahkan pengeroposan tulang pada perempuan.

Seperti yang dilansir dari Telegraph, yang dikutip conectique.com para ilmuwan mengatakan kedelai mengandung senyawa alami yang dapat membantu mengurangi produksi estrogen, hormon yang berkontribusi terhadap berbagai masalah menopause.

Penelitian di Jepang, di mana kecap digunakan sebagai pelengkap makanan sehari-hari, menemukan bahwa perempuan Asia cenderung mengalami gejala menopause lebih ringan bila dibanding perempuan-perempuan Amerika dan Eropa, yang jarang menggunakan bumbu masakan ini.

Menurut para ahli di National Institute of Health and Nutrition, Tokyo, perempuan yang mengonsumsi kedelai maupun kecap sebagai produk turunannya akan memproduksi senyawa S-equol pada tubuhnya yang dapat menghentikan pengeroposan tulang dan penumpukan lemak di tahap awal menopause.

Dalam penelitiannya, sekelompok perempuan di Jepang di minta mengonsumsi suplemen berbasis kedelai yang mengandung S-equol. Setelah selama 3 bulan mengonsumsi, gejala menopause termasuk hot flush serta kekakuan leher dan bahu jauh lebih berkurang.

Menopause dikaitkan dengan babak baru dalam kehidupan perempuan dimana terjadi penurunan hormon estrogen. Penurunan produksi estrogen ini terkait dengan pengeroposan tulang. Sementara gejala yang lebih ringan seperti hot flashes di rasakan oleh setiap perempuan menopause di seluruh dunia.

Dengan demikian makanan ini bisa menjadi alternatif terapi penggantian hormon konvensional yang selama ini digunakan untuk mengatasi ketidaknyamanan pada perempuan saat menopause.

[poskota.co.id]

Iklan
Kategori:Kesehatan
  1. 27 November 2010 pukul 10:56 PM

    info menarik.. makasih udah berbagi info…

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: