Beranda > Herbal, Kesehatan, Tip&Trik > Atasi Gangguan Pencernaan Dengan Ramuan Kunyit. . .

Atasi Gangguan Pencernaan Dengan Ramuan Kunyit. . .

2 Desember 2010
Kalau mengalami gangguan pencernaan, tak perlu buru-buru mengunjungi dokter. Dengan tanaman di sekitar kita, gangguan itu bisa kita atasi. Termasuk dengan kunyit.
Gangguan pencernaan sering kali tidak terlalu dihiraukan. Lagi pula, umumnya gejalanya tidak membahayakan dan dapat diobati dengan mudah. Padahal, gangguan pencernaan terkadang merupakan gejala penyakit serius, misalnya tukak (borok) lambung atau usus kecil, penyakit kandung empedu, atau bahkan kanker lambung.
Yang dimaksud gangguan pencernaan di sini meliputi semua gejala gangguan yang berhubungan dengan lambung dan perut. Gejalanya antara lain nyeri atau rasa tidak enak pada perut bagian atas; rasa panas seperti terbakar pada dada yakni di belakang ujung tulang dada atau perut bagian atas, yang mungkin dapat menjalar ke atas atau ke bawah seperti gelombang; terkumpulnya gas dalam lambung sehingga penderita sering bersendawa; perasaan penuh di perut; sembelit; rasa mual dan kadang-kadang muntah; perasaan lemas; dan jantung berdebar.
Penyebabnya tak lain adanya iritasi (rangsangan) atau peradangan selaput lendir pada dinding lambung sebagai akibat makan tidak teratur atau makan terlalu cepat hingga belum cukup dikunyah. Juga makan terlalu banyak atau terlalu sedikit, mengonsumsi makanan kurang matang atau berminyak, keracunan makanan, alergi makanan, minuman bersoda, merokok, sering mengonsumsi minuman keras, infeksi bakteri atau virus, penggunaan obat-obat tertentu seperti asetosal, dan tekanan batin atau ketegangan pikiran.
Peradangan tersebut selanjutnya menyebabkan rasa nyeri di perut, hilangnya nafsu makan, mual, muntah, dan nyeri kepala. Jika berlangsung lama, bobot badan akan turun, dan jika terlalu banyak asam lambung akan mudah terjadi tukak lambung (ulcus pepticum) akibat terjadinya erosi selaput lendir lambung.
Menahan sekresi getah lambung
Gangguan pencernaan tentu bisa diatasi dengan mengunjungi dokter. Namun, dengan berbagai pertimbangan banyak di antara kita lebih memilih pengobatan alami dengan mengonsumsi ramuan tanaman obat. Bisa berupa racikan dari berbagai tanaman, bisa pula formula tunggal.
Dalam dunia tumbuhan obat, yang bisa dilirik untuk mengatasi gangguan ini sebenarnya tak kurang-kurang, di antaranya buah adas manis, kulit jeruk manis, rimpang jahe, rimpang kunyit, dan buah ketumbar. Masing-masing tentu memiliki khasiat khas dalam memerangi gangguan pencernaan. Namun, umumnya khasiat itu tidak mencakup semua gangguan pencernaan.
Cuma kunyit (Curcuma longa L.) yang berbeda. Kalau tanaman lainnya menstimulasi sekresi getah lambung, kunyit justru menahan sekresi getah lambung. Karena itu rimpang kunyit dapat mengatasi gangguan pencernaan akibat kelebihan getah lambung atau tukak lambung. Bukan itu saja. Kunyit masih memiliki beberapa “jurus sakti” yang lain. Ia dapat merangsang keluarnya lendir dalam lambung sehingga melapisi permukaan dalam dinding lambung. Belum lagi kemampuannya meningkatkan sekresi dan masuknya getah empedu ke dalam saluran pencernaan, yang juga memperbaiki proses pencernaan.
Jadi dari beberapa tanaman di atas, cuma kunyit dapat digunakan untuk mengobati gangguan pencernaan akibat tukak lambung, sehingga bisa digunakan dalam bentuk formula tunggal. Namun, karena tidak semua orang menyukai rasa kunyit, untuk mengonsumsinya, baik dalam bentuk jus atau serbuk yang disedu, kita bisa mencampurnya dengan madu atau gula.
Untuk menjadikannya sebagai obat, rimpang kunyit dirajang melintang setebal 2 mm dan dikeringkan di bawah sinar matahari. Rimpang ini mengandung minyak atsiri berwarna kuning hingga jingga, terdiri atas senyawa-senyawa monoterpena dan seskuiterpena yang antara lain meliputi senyawa zingiberena, kurkumin, desmetoksikurkumin, bisdesmetoksikurkumin, kurkumena, serta alfa dan beta turmeron. Semua senyawa itu dikelompokkan ke dalam senyawa kurkuminoid.
Kurkuminoid memiliki kemampuan antioksidan sehingga mampu melindungi kerusakan sel-sel karena serangan radikal bebas. Senyawa tersebut juga memiliki kemampuan antiperadangan sehingga mengurangi rasa nyeri perut pada gangguan pencernaan. Ia dapat pula berfungsi sebagai antibakteri sehingga mampu menangkal infeksi usus oleh Escherichia coli maupun Pseudomonas aeruginosa. Minyak atsiri dalam rimpang kunyit juga dapat meningkatkan nafsu makan. Khasiat kunyit belum berhenti sampai di situ. Ia ternyata dapat mengurangi gas dalam lambung, dengan demikian dapat mengobati perut kembung.
Keluar dari wilayah lambung, kurkuminoid ternyata juga dapat melindungi sel-sel hati dari pengaruh zat-zat toksik sehingga merupakan hepatoprotektor yang baik. Penelitian juga membuktikan kurkuminoid dapat menurunkan kolesterol total dan LDL kolesterol serta meningkatkan kadar HDL kolesterol. Peningkatan HDL menguntungkan karena HDL akan menyelimuti LDL dan membawanya ke  hati untuk dikeluarkan bersama feses.
Campuran Untuk Kunyit
Berbeda dengan kunyit, empat jenis tumbuhan obat lainnya baru memberikan efek pengobatan lebih baik apabila penggunaannya dicampur. Ini karena dalam mengatasi gangguan pencernaan kemampuannya tak “sesempurna” kunyit.
Buah adas manis (Pimpinella anisum L.) mengandung minyak atsiri dengan anetol sebagai bagian utamanya. Senyawa ini memberi rasa dan bau khas adas manis. Ada pula adas manis yang mengandung metilkavikol atau yang disebut pula dengan estragol yang berbau mirip anetol tapi rasanya tidak manis seperti anetol. Buah adas manis juga mengandung anisaldehida, lemak, dan komarin.
Selain sebagai ekspektoran (peluruh dahak), buah adas manis juga bersifat peluruh gas dalam perut dan spasmolitik atau pereda kejang. Karenanya, ia mampu mengobati gangguan pencernaan, seperti perut kembung akibat banyaknya gas dalam perut maupun kejang perut.
Kulit jeruk manis (Citrus sinensis) mengandung minyak atsiri, terdiri atas banyak flavonoid di antaranya neoheperidin, hesperidin, naringin, tangeretin, auronetin, nobiletin, dsb. Di dalamnya juga terkandung vitamin C dan E, komarin-komarin, karotenoid, pektin, dan sitratin.
Bagian dari buah yang biasanya dibuang begitu saja ini bersifat antiinflamasi (antiperadangan), yang merupakan hasil kerja senyawa-senyawa flavonoid, terutama naringin, sehingga dapat mengurangi rasa nyeri. Kulit buah ini juga bersifat antibakteri, yang ditunjukkan oleh kandungan flavonoid dan pektin. Karena merupakan polisakarida yang sukar dicerna, pektin bersifat menurunkan kadar kolesterol darah. Karena bersifat karminatif (peluruh gas), kulit jeruk juga dapat digunakan untuk mengatasi perut kembung dan gangguan pencernaan.
Bagaimana dengan jahe? Rimpang jahe (Zingiber officinale L.) mengandung minyak atsiri dan suatu oleoresin. Minyak atsiri tersebut mengandung bermacam-macam senyawa, tergantung letak geografis tempatnya ditanam. Namun, senyawa utamanya adalah hidrokarbon-hidrokarbon seskuiterpena. Senyawa-senyawa inilah yang menyebabkan bau aromatiknya. Senyawa tersebut meliputi zingiberena, arkurkurmena, seskuifelandrena, dan beta-bisa-bolena. Terdapat pula senyawa monoterpen aldehida dan monoterpen alkohol.
Terakhir, buah ketumbar (Coriandrum sativum L.) juga memiliki bau khas. Meski biasa digunakan sebagai bumbu masak, ternyata ia juga bisa digunakan sebagai obat. Pasalnya, ia memiliki sifat-sifat sebagai peluruh gas dalam perut, merangsang sekresi getah lambung, pereda kejang, antibakteri, dan antikapang. Karena sifat-sifat itulah buah ketumbar di antaranya dapat digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan, gangguan lambung akibat kekurangan getah lambung, nafsu makan rendah, dan keluhan pada perut bagian atas yang menyebabkan mual dan terkadang muntah.
Buah berukuran kecil ini mengandung senyawa koriandrol, alfapinena, limonena, gammaterpinena, psimena, borneol, geraniol, geranil asetat, dsb. Nah, tinggal meramu keempat tanaman obat tersebut untuk mendapatkan formula yang baik.
Pembuatan obat berbahan tumbuhan obat memang sederhana sehingga semua orang bisa melakukannya. Gangguan pencernaan pun bisa diatasi sendiri. Namun, bila dalam beberapa hari gangguan pencernaan belum juga pulih, Anda tetap dianjurkan segera mengunjungi dokter. Siapa tahu ada penyakit lain yang tak mampu dihadapi tumbuhan obat di atas.
[artikelpintar.com]
Iklan
%d blogger menyukai ini: